Malampun datang dengan kuyu
ketika waktu menerpaku bersama angin itu
berharap kantukku ujungkan lalu
namun tak jua mata terpejam…

Entah apa ini…
ada sesuatu dalam otakku yang menari nari,
memainkan lakon dahulu yang hampir punah karena waktu
aku tak jua terpejam…
Ada apa denganku?

Tak terasa
ujung malampun hampir selesai
tak jua mata ini mampu terpejam…
dan
aku hanya mampu memandang langit kamarku,
mengendus nafasku sendiri,
mendengar suara hati menjerit,
lalu kembali mencoba memejam…

Tuhan…
aku mau di temani tenang,
dengan wajah seseorang yang amat kurindu ini,
bukan dengan dia Tuhan!
tapi dengan Dia’…
Dia’ yang seharusnya ada di sini menemaniku…
Dia yang saat ku rindu kelu sampai beku…

Dia yang saat ini tertidur direlungku…
jauh…